Apakah Ada perubahan Kurikulum & Sistem Ujian?
Kami ingin memperbaiki kualitas pendidikan supaya sesuai dengan kebutuhan zaman. Kurikulum sebelumnya dianggap terlalu membebani siswa dengan banyak konten; sekarang kami ingin belajar lebih mendalam, tapi dengan pendekatan yang lebih manusiawi.”
Dalam kebijakan terbaru, meskipun sistem baru, kurikulum tetap berlandaskan pada kurikulum nasional namun diterapkan dengan pendekatan “pembelajaran mendalam” supaya siswa tidak sekadar menghafal.
Apakah akan ada Ujian Nasional lagi bagi siswa ?
Nama istilahnya saja yang diganti dengan Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik anak-anakku sekalian dan supaya nanti dari nilai itu dapat diketahui nilai kemampuan akademik kalian”.
Tes Kemampuan Akademik atau TKA merupakan alat baru untuk mengukur kemampuan siswa secara individu. Berbeda dengan Ujian Nasional atau sistem penilaian sebelumnya yang terkadang dilakukan secara sampling atau standar sekolah, TKA dirancang supaya setiap siswa bisa tahu sejauh mana mereka menguasai kompetensi dasar.
TKA dilaksanakan secara nasional, tetapi tidak wajib dan tidak pula menentukan kelulusan. Jadi, siswa boleh ikut atau tidak. Tapi bagi yang ikut, hasilnya bisa menjadi nilai individual yang berguna, misalnya untuk kelanjutan ke sekolah berikutnya atau jalur prestasi di perguruan tinggi.
Salah satu momen paling menyentuh adalah ketika wartawan cilik meminta nasihat, “Apa pesan Bapak untuk anak-anak yang ingin memperbaiki sekolahnya?” Dengan penuh perhatian, Menteri menjawab, “Rajinlah dalam belajar. Jangan takut untuk bicara, berinovasi, dan mengajak teman-temanmu untuk maju bersama. Kalian adalah harapan masa depan.”
Cita-citanya kalian ingin jadi apa? Tanya Bapak Mentri kepada salah satu jurnalis, Mutia,sambil menggadengnya dengan penuh keakraban. “Terimakasih Bapak, sudah meluangkan waktu dan berbagi cerita. Semoga Bapak sehat selalu. Jurnalis cilik mengakhiri wawancaranya dengan Bapak Menteri.
Setelah wawancara selesai, Empat jurnalis kecil itu saling pandang dan tersenyum lebar bangga atas apa yang telah mereka capai. Mereka tak hanya memperoleh kutipan eksklusif dari seorang pejabat tinggi, tetapi juga pengalaman berharga yang akan membekas di benak mereka seumur hidup. Tanpa rasa malu dan canggug di Tengah-tengah wartawan lain, jurnalis cilik SDMP meminta foto Bersama Bapak menteri.
Kepala sekolah pun memberikan apresiasi tinggi: “Kalian telah menunjukkan bahwa meskipun masih muda, suara kalian sangat berarti. Teruslah menulis, bertanya, dan belajar.” Guru pembimbing juga menyemangati, “Ini bukan akhir, tetapi awal dari perjalanan jurnalistik kalian.
Suatu hari, mungkin kalian akan menjadi wartawan besar atau pemimpin yang menginspirasi.”
Dari sudut pandang jurnalis cilik, wawancara ini bukan sekadar liputan ini adalah panggilan untuk bertindak. Mereka pulang dengan mata yang bersinar, pulpen yang sudah bocor karena kegembiraan, dan hati yang penuh harapan. Karena mereka tahu melalui kata-kata mereka, dunia bisa sedikit lebih baik.
Penutup: Harapan dari Pak Menteri
Menurut Pak Menteri, dengan kurikulum yang diperkuat dan sistem penilaian lewat TKA, diharapkan setiap siswa mendapat kesempatan adil untuk menunjukkan kemampuannya tanpa beban berlebih. Siswa bisa fokus belajar, bukan sekadar mengejar nilai kelulusan.
Bagi teman-teman di SD Muhammadiyah Plus, semangat terus belajar, pahami materi dengan baik
